JAKARTA — Tingkat kepuasan jamaah terhadap layanan Haji dan Umrah pada tahun 2025 tercatat melampaui angka 90 persen, menandai kemajuan signifikan dalam kualitas pelayanan ibadah di Tanah Suci. Capaian ini diraih seiring dengan kedatangan lebih dari 19,5 juta jamaah mancanegara dari berbagai negara.

Dilansir dari Saudi Gazette, tingginya tingkat kepuasan tersebut mencerminkan keberhasilan pengembangan sistem layanan jamaah yang dilakukan secara terencana dan terintegrasi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melibatkan lebih dari 60 lembaga terkait dalam perencanaan dan operasional penyelenggaraan Haji dan Umrah, guna memastikan layanan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain dukungan lintas lembaga, peningkatan kualitas layanan juga diperkuat dengan partisipasi lebih dari 184.000 relawan yang terlibat langsung dalam berbagai aspek pelayanan jamaah. Para relawan berperan penting dalam pendampingan, pengaturan arus jamaah, hingga pelayanan di titik-titik krusial di Makkah dan Madinah.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, pengembangan layanan Haji dan Umrah juga mencakup pengayaan pengalaman religius dan budaya. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan dan revitalisasi sejumlah situs bersejarah di Makkah dan Madinah, sehingga jamaah dapat merasakan pengalaman ibadah yang lebih mendalam dan bernilai spiritual tinggi.
Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari strategi besar Kerajaan Arab Saudi dalam mewujudkan Visi 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas pelayanan bagi para tamu Allah dari seluruh dunia. Dengan sistem layanan yang semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah, pelaksanaan Haji dan Umrah diharapkan terus mengalami peningkatan kualitas dari tahun ke tahun.